24 Mar 2017

Feminisme

Hey guyssss! Today, I'm gonna talk about feminism and all kind of shit that comes to my mind when I hear that word.
Well, gue yakin kalian semua udah tau definisi tentang feminisme. Makanya, gue langsung to the point aja ya.

Menurut pengalaman gue hidup 17,5 tahun di Indonesia, masih banyak orang Indonesia terutama perempuan yang menganggap feminisme adalah sedekar menuntut perempuan mendapatkan hak yang sama dengan laki - laki. Kadang, mereka sampai lupa kalo perempuan ada untuk melakukan hal - hal yang gabisa dilakukan laki - laki bahkan mereka mulai memandang rendah orang - orang yang masih mengambil peran itu.
Kita nuntut agar cewek berhak dapat pendidikan setinggi - tingginya, dan memandang rendah perempuan yang membuat keputusan untuk menjadi ibu rumah tangga. 

Contoh kecilnya adalah temen sekelas gue pas SMA.
Jadi waktu itu, temen gue ada yang bilang kalo dia mau jadi ibu rumah tangga, and of course as a child that is taken care by a housewife mom, I responded that it was a great idea. But, tiba - tiba temen gue yang lain langsung kaget dengernya dan bilang "Hah? Lo mau jadi ibu rumah tangga? Lo ngapain sekolah tinggi - tinggi gila??!!" dan temen gue ini jawab but with lower voice "Ya biar anak - anak gue pinter..." 
Gue agak marah sih dengernya, not because her opinion was different, but because she made a statement regarding that housewives don't need to aim for a quality education to raise their kids, or manage the household. Kenapa sih gue ga setuju sama hal ini? 
Karena gue melihat sendiri, betapa cerdas dan bijaksananya mama gue dalam mengurus rumah tangga, bahkan dia lebih bijaksana than most of people I've met, even my dad always asks her opinion before making a decision for his company. Another reason is nyokap gue harus ngurus household starts from 4am to nighttime, belum lagi mastiin makanan di rumah tersedia dan bernutrisi (dulu bahkan serumah selalu drink juice as breakfast and disuapin royal jelly pagi dan malam hari) belum lagi ngurus gue sama adek - adek gue, belum lagi denger curhatan bokap, belum lagi balance her social life, belom lagi ngurusin family matters, dll dan kalo bukan karena kecerdasan gimana caranya mama gue bisa melakukan semua hal itu? And last time I checked, gue dan adik - adik gue semuanya berprestasi kok baik di sekolah dan luar sekolah. Gue juga gayakin bokap gue bisa melakukan hal ini, dan ini semua terbukti waktu mama gue liburan ke Bali 3 hari sama temen - temennya. Bapak gue bener - bener pusing di rumah harus ngurus adik - adik gue, dan mau ga mau kita harus makan di luar setiap hari (plus my dad just can't resist my siblings' puppy faces asking for a good junk meal since my mom forbid us to eat those things)

Terkadang, kita juga gasadar lho kalo hal - hal kecil yang kita lakukan sama sekali tidak me-represent kita as a feminist. Kita juga kadang tidak sadar kalau kita sering melihat sesama perempuan sebagai kompetisi bukannya teman pendukung. Contoh kecilnya adalah how it is so easy for girls to judge other girls or calling each other with horrible names. Something like "Idih najis dah nih cewek, pantesan cowok - cowok lihatin" Oh no dear! Maybe she's wearing that because she looks freaking hot, and even my eyes were flattered to saw such beauty. Sejujurnya, gue gapernah denger temen - temen cewek gue dandan atau pilih baju biar dia dilihatin orang, apalagi cowok - cowok. Kita pasti nanya "Gue bagus kagak sih pake ini?" pas nyobain baju, bukan "Gue bakal dilihatin si X gak yaa?" So, if you are wondering why girls would wear them sexy low cut dress, maybe its simply because they are happy and feel good wearing it!  So girls, next time you see your sisters rocking them outfit just simply shout YASS MAMACITA, WERK IT! SHOW EM THAT CURVEEE!

Well, gue gabisa sepenuhnya menyalahkan society karena memang masih banyak anak - anak yang tidak dajarkan tentang tentang ekuitas dan ekualitas dalam keluarga, dan tidak memiliki kesempatan untuk mengenalnya di luar rumah (Bukannya gak ada kesempatan sih, kadang emang manusianya aja gak mau gerak dan mencari informasi) Sehingga banyak anak muda yang masih belum aware tentang hal ini.

Gue juga sedih sih melihat betapa menggampangkannya kita untuk menjadi orang tua. Banyak orang yang berpikir kalau the goal of being married is having kids, and I don't know why it's so easy for the parents to just tell their newly married kids to have kids, padahal tanggung jawab yang mereka emban besar sekali, karena masa depan bangsa nantinya akan lahir lewat pasangan muda yang mereka paksa untuk memiliki anak tanpa persiapan matang dan pengetahuan memadai. Banyak orang tua yang hanya sekedar mengadopsi cara orang tua mereka dulu mengasuh mereka, tanpa mau membuka pikiran untuk menerapkan cara yang lebih baik dan lebih efektif karena mereka berpikir bahwa pola asuh yang diterapkan terhadap mereka dulu sudah yang terbaik, walaupun terbaik untuk 30 tahun yang lalu. 

Well sejujurnya kadang orang tua gue juga masih konservatif kok. Cuman gue sadar gue masih di posisi "anak" jadi biasanya yang gue nasehatin itu adik cowok gue. Contohnya pas adik cewek gue bolak balik dari kamar mandi cuma pake handuk or underwear dan papi gue sempet marahin dia because he said my brother was there, and I immediately respond buat adik gue jangan lihat kalau itu menganggu pandangan dia. Gue juga ngingetin adik cowok gue, kalau kakak - kakaknya berhak memakai pakaian apapun yang mereka inginkan , dan kalau dia merasa tidak nyaman dia yang harus menyamankan diri entah itu dengan cara untuk tidak memandang ataupun mengontrol pikirannya, sama seperti saat dia keluar dari kamar mandi hanya melilitkan handuk di pinggangnya dan tidak ada seorang pun di rumah yang marah atastindakannya itu.

Gue juga sebenarnya masih bingung sama beberapa hal yang suka dibicarakan oleh orang tua. Contohnya aja anak cewek yang gak dibolehin duduk ngangkang. Well, gue bingung kenapa ga boleh, apa ini karena kesehatan (maybe because they are scared our crotch will be broken off because we stretch them apart too widely???) atau karena memang nasihat itu sudah turun temurun diberitahu sehingga mereka merasa sudah kewajiban mereka memarahi anak perempuan yang duduknya ngangkang. Tapi kalau karena kesopanan, kenapa anak cowok diperbolehkan untuk duduk ngangkang? Dan mengapa setiap kali ditanya alasan kenapa anak perempuan tidak boleh ngangkang, tidak ada yang bisa memberikan penjelasan yang valid, paling hanya dibalas dengan "Tidak enak dilihat" dan lagi - lagi mau tidak mau harus dipatuhi karena itu nasihat orang tua. Bukannya ingin melawan, tapi stop menyuruh anak - anak untuk memenuhi standar lingkungan yang sebenarnya tidak terlihat dan tidak berdampak apapun terhadap anak. Kenapa anak perempuan dipaksa bersikap demi kenyamanan orang lain? Daripada menyuruh mereka untuk berhenti melakukan tindakan yang sebenarnya tidak akan melukai siapapun, bagaimana kalau memberi alasan logis yang membuat mereka berpikir kritis dan tahu mengapa hal itu salah? Semoga, ke depannya kita sadar bahwa proses pengasuhan yang dilakukan orang tua adalah proses mempersiapkan anak untuk berkontribusi terhadap masyarakat, dan salah satunya adalah dengan menjadikan mereka manusia kritis yang mampu bertindak disertai alasan yang bertanggung jawab, bukan bermental budak yang mengiyakan semua hal yang disuruh. Sehingga, kita tidak perlu lagi mendengar orang - orang tua yang telat dewasa yang berlindung di bawah tuduhan pada orang lain  atas perbuatan mereka, dengan alasan bahwa itulah yang selama ini mereka tahu dan dengar. 

So, untuk parents out there, please raise your kids the same way, regardless of their sex! Kalau cewek diajarkan untuk bermoral dan dibatasi kebebasannya untuk memilih apa yang harus dia lakukan untuk tubuhnya, ajarkan anak cowok untuk melakukan hal sama. Ajarkan mereka untuk bermoral dan memandang setiap orang sebagai ciptaan Tuhan yang indah yang berhak untuk merasa nyaman dan aman untuk mengekspresikan dirinya.

Walaupun semua yang gue tulis di atas, I'm still down for people correcting me kok! But please still distinguish the genuine concern and destructive critism, and don't forget to use the right approach! Gue ga merasa masalah sama sekali untuk diingatkan untuk tidak memakai pakaian terbuka dengan alasan for my own security or baju gue a bit off for some events in private. I will listen to that, even put my respect on you, because you spend time and concern telling me good things for my own good. Tapi kalo lo teriak - teriak di public, nyuruh gue ganti baju biar ga dilihatin sih gue ogah. Pendekatan semacam itu  terkesan untuk menjatuhkan dan membikin malu, dan lagi - lagi apa gunanya sih pendekatan semacam itu? Selain orang yang lo ingatkan marah sama lo and you are likely to lose their respect, you also embarass yourself in public because you simply tell everyone that you've been observing and putting creepy stare on people. 

So, after all lets us all get together and be one to pull off this goal: a better society for our generation (and the next one!) to live in where they are free to express themselves as a genuine human beings! Where people's outfit will be the last thing on our list to be concerned of, or probably will be put away from the list!  

We never know the power of being united until we become one! 

Cheers,
Ruth Arthasya.

28 Feb 2017

Appreciation Post

I just want to post my gratitude towards my Saviour, my Father in whom I am saved, Jesus Christ.
Thank you for everything. Thank you thank you thank you.


"..... louder I'll sing Your praise."

6 Jul 2015

06/07/15

You know that morning when you remember youve already prayed for a better day last night but you end up sleeping back because its just.... its just too exhausting to live a new day. This sentence is probably the one who describes my 2011 to 2014 journey.

I did.... I admit that I was weak, really weak. I forced my young eyes to close themselves, I force them sometimes that I asked my neck too if it could help me by staying at 1 direction so I could avoid things I don't wanna see at the other directions. I.hated.myself. But then again... After all these torture I did to my inner child, I still didn't realize that I've hurt me. I've broke my inner-self that it decided to escape... away... away from my soul. I.have.lost.me.

I didn't know the problem was me, all I could think about is them. Them who put me down, really down until my back hurt cause they couldn't bend any lower anymore. And maybe what they said was true so why bother to reach the stars again? If I could blend myself with dust or if I was lucky I would end up being under some socialite's shoes..

And then here I am.... I don't even know how I end up writing on this website again. But man, this site.. that I've left for many years... is actually making me happy, real happy. But who knows that there was this day when my fingers would be numb just because pinching this keyboard.

Yes, now I believe, I really believe that life isn't a sleigh that comes to me, but its an energy comes from me that I create to make colors that I want to see.So here I am.. I am back...

Plus, I thank God cuz my back won't no longer bend down anymore, I'm now standing up and ready to fullfil the universe with  my energy. I'm back, and I'm proud of myself.

  And thats just a little bit of what happened these past years...